LAM Jambi Gelar Ziarah Adat ke Makam Datuk Rangkayo Hitam dan Datuk Paduka Berhalo
SWARANESIA.COM – Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Jambi bersama Pemerintah Provinsi Jambi menggelar ziarah adat ke makam Datuk Rangkayo Hitam dan Datuk Paduka Berhalo, Sabtu (13/6/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh sejarah Melayu Jambi yang dinilai memiliki peran penting dalam perkembangan adat, budaya, pemerintahan, dan penyebaran Islam di Jambi.
Rombongan yang dipimpin Ketua LAM Provinsi Jambi Hasan Basri Agus bertolak dari Dermaga Tanggo Rajo, Kota Jambi, sekitar pukul 06.00 WIB menggunakan speedboat menyusuri Sungai Batanghari menuju Desa Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Setibanya di kompleks makam Datuk Ranggau Hitam sekitar pukul 07.30 WIB, rombongan disambut pengurus LAM Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Prosesi ziarah dilaksanakan dengan pembacaan tahmid, tahlil, dan doa bersama.
Dalam kegiatan tersebut, LAM Provinsi Jambi juga menyerahkan bantuan kepada sejumlah warga sekitar kawasan makam sebagai bentuk kepedulian sosial.
Setelah itu, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Berhala untuk berziarah ke makam Datuk Paduka Berhalo. Perjalanan menuju pulau tersebut memakan waktu sekitar dua jam dengan kondisi perairan sungai yang berlanjut ke kawasan laut.
Rombongan sempat singgah di Pelabuhan Nipah Panjang untuk menunggu kondisi perairan lebih aman sebelum kembali melanjutkan perjalanan. Sekitar pukul 12.30 WIB, rombongan tiba di Pulau Berhala.
Untuk menuju lokasi makam Datuk Paduka Berhalo, peserta harus melewati jalur pendakian dengan kemiringan sekitar 45 derajat dan ketinggian kurang lebih 100 meter.
Ketua LAM Provinsi Jambi Hasan Basri Agus mengatakan, ziarah adat ini menjadi bagian dari upaya menjaga sejarah dan memperkuat identitas budaya Melayu Jambi.
“Melalui ziarah ini kita ingin merunut kembali sejarah para tokoh Melayu Jambi dan meneruskan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi menyampaikan bahwa pelestarian situs sejarah dan budaya merupakan tanggung jawab bersama.
" agar generasi muda tetap mengenal akar sejarah dan jati diri masyarakat Jambi." Katanya
LAM Provinsi Jambi berharap kegiatan ziarah adat dapat terus dilaksanakan sebagai upaya menjaga warisan budaya dan nilai luhur Melayu Jambi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
