150 Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur
SWARANESIA.COM— Forum Guru Besar Indonesia menyampaikan surat terbuka yang berisi imbauan moral kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Imbauan tersebut didasarkan pada pertimbangan etika bernegara, keteladanan pemimpin, serta legitimasi kepemimpinan nasional.
Dalam surat terbuka bertajuk “Menjaga Marwah Konstitusi, Etika Bernegara, dan Legitimasi Kepemimpinan Nasional”, forum tersebut menyatakan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 menjadi salah satu dasar penyampaian imbauan moral tersebut.
Menurut isi surat, MK tidak menjatuhkan sanksi diskualifikasi karena alasan legal standing pemohon dan batasan prosedural hukum formal. Namun, surat tersebut menyoroti pernyataan bahwa majelis hakim konstitusi tidak menemukan bukti yang meyakinkan terkait keabsahan dokumen atau ijazah luar negeri yang setara dengan SLTA atau sederajat pada saat pendaftaran pemilihan presiden sebelumnya.
Forum Guru Besar Indonesia menilai persoalan tersebut memiliki implikasi moral dan etis yang perlu mendapat perhatian serius dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Soroti Etika dan Keteladanan Pemimpin
Dalam suratnya, Forum Guru Besar Indonesia menguraikan sejumlah alasan yang mendasari imbauan pengunduran diri tersebut.
Pertama, forum menilai persoalan yang disorot dalam proses hukum tersebut berkaitan dengan keteladanan dan etika bernegara. Menurut mereka, persyaratan pendidikan minimal merupakan bagian mendasar dari ketentuan administratif dalam hukum positif.
Forum tersebut berpendapat bahwa persoalan mengenai keabsahan dokumen pendidikan seorang pemimpin nasional dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap nilai kejujuran, kepatuhan, dan keteladanan.
Kedua, surat tersebut menyoroti potensi krisis legitimasi di mata generasi muda dan institusi pendidikan.
Para guru besar mempertanyakan bagaimana nilai integritas akademik, kerja keras, kejujuran, dan kepatuhan terhadap aturan dapat terus ditanamkan kepada mahasiswa apabila persoalan yang mereka anggap kontroversial dalam proses pencalonan pemimpin nasional tidak mendapatkan penyelesaian yang memuaskan secara moral.
Mereka menilai situasi tersebut berpotensi menjadi preseden buruk bagi pendidikan karakter dan kehidupan demokrasi di Indonesia.
Dinilai Membebani Pemerintahan
Alasan ketiga yang disampaikan dalam surat terbuka itu adalah potensi beban politik bagi Presiden Prabowo Subianto dan stabilitas nasional.
Forum Guru Besar Indonesia menilai polemik yang berkaitan dengan legitimasi moral dapat terus mengikis kredibilitas pemerintah, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam pandangan mereka, Indonesia membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, berorientasi pada keadilan, serta berfokus pada kesejahteraan masyarakat tanpa terus dibayangi polemik yang mengganggu kepercayaan publik.
Atas dasar pertimbangan tersebut, forum mengimbau Gibran Rakabuming Raka untuk mengambil langkah kesatria dengan menyatakan mundur dari jabatan Wakil Presiden Republik Indonesia.
Surat itu juga menegaskan bahwa pengunduran diri secara sukarela, menurut pandangan para penggagasnya, tidak akan mengurangi arti pengabdian Gibran kepada bangsa. Sebaliknya, langkah tersebut dinilai dapat menjadi bentuk pengorbanan politik demi menjaga marwah konstitusi dan etika kehidupan bernegara.
Ditujukan kepada Prabowo dan Jokowi
Selain ditujukan kepada Gibran, surat terbuka tersebut juga menyampaikan pesan kepada Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Forum Guru Besar Indonesia meminta Prabowo untuk melihat persoalan tersebut bukan semata-mata sebagai dinamika politik, melainkan juga sebagai ujian terhadap komitmen menjaga integritas dan mencegah persoalan moral di lingkungan birokrasi pemerintahan.
Sementara itu, Joko Widodo diharapkan dapat memberikan pandangan dengan mempertimbangkan kepentingan bangsa, kehormatan keluarga, serta masa depan demokrasi Indonesia.
Surat tersebut ditutup dengan harapan agar seluruh pihak dapat mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Sejumlah Guru Besar Tercantum sebagai Inisiator
Dalam dokumen yang beredar, surat terbuka itu mencantumkan Forum Guru Besar Indonesia sebagai pihak yang menyampaikan imbauan moral. Sejumlah nama akademisi juga tercantum sebagai inisiator, di antaranya Prof. M. Din Syamsuddin, Prof. Ryaas Rasyid, Prof. Ganjar Kurnia, Prof. Idrus Paturusi, Prof. Nuhfil Hanani, Prof. M. Nasih, Prof. Amran Razak, dan Prof. La Ode M. Aslan.
Dalam surat ini juga disebutkan 150 guru besar lainnya.
Tag: