Sejumlah Perusahaan di Jambi Sepakat jadi Bapak Angkat Cabor.
SWARANESIA.COM– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi menggelar silaturahmi dan audiensi bersama Dewan Penyantun KONI yang berlangsung pada Rabu (26/11).
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Dewan Penyantun yang juga Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, serta sejumlah direktur perusahaan yang beroperasi di Provinsi Jambi.
Silaturahmi ini dirangkai dengan dialog dengan moderator sekretaris Koni Provinsi Jambi M Ali, menghasilkan kesepakatan perusahaan siap menjadi bapak angkat berkolaborasi membantu pembiayaan pembinaan cabang olahraga yang ada di Koni Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Sekda Provinsi Jambi Sudirman menegaskan bahwa atlet-atlet Jambi memiliki potensi besar untuk berprestasi lebih baik. Ia mencontohkan nama Elvira Rosa Nasution, atlet renang Jambi yang pernah mengharumkan nama daerah melalui raihan medali di berbagai kejuaraan.
“Sesungguhnya atlet Jambi bisa lebih baik lagi. Dulu ada Elvira Rosa Nasution dari cabang renang dan mampu meningkatkan prestasi raihan medali,” ujarnya.
Sudirman mengajak para pelaku usaha untuk berperan aktif membantu pembinaan olahraga di Jambi melalui gagasan bapak angkat cabang olahraga. Menurutnya, dukungan tidak harus berupa dana, tetapi dapat berupa peralatan, kostum, maupun fasilitas pelatihan.
“Kontribusi apa yang bisa dilakukan? Satu perusahaan membina satu cabang olahraga saja. Keterlibatan pengusaha bisa ikut andil dalam PON, Porprov, atau event lainnya. Prinsip dasarnya ada kontribusi bukan hanya berupa uang,” tegasnya.
Ketua KONI Provinsi Jambi Mat Sanusi dalam kesempatan tersebut memaparkan kondisi olahraga Jambi yang menurutnya sedang tidak baik-baik saja. Prestasi Jambi dinilai terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Pada era 1990-an, Jambi pernah berada di posisi enam besar nasional, namun pada PON Aceh–Sumut terbaru, peringkat anjlok ke urutan 21.
“Saat ini kondisi olahraga Jambi sedang tidak baik-baik saja. Prestasi trennya menurun. Maka kami mencari solusi bagaimana perusahaan bisa ikut berpartisipasi menjadi bapak angkat cabang olahraga,” kata Mat Sanusi.
Ia juga mengungkapkan keterbatasan anggaran yang diterima KONI Jambi. Pada 2025, KONI hanya memperoleh Rp12,5 miliar yang harus digunakan untuk persiapan PON dan kegiatan nasional, sedangkan alokasi tahun 2026 bahkan hanya Rp10 miliar.
“Daru data 2,4 ribu perusahaan di Jambi. Kalau satu perusahaan saja membina satu cabang olahraga, prestasi Jambi pasti bisa meningkat. Banyak atlet kita pindah ke daerah lain karena pembinaan di sana jauh lebih baik,” ungkapnya.
Selain masalah dana, Jambi juga menghadapi persoalan serius terkait sarana dan prasarana olahraga yang dinilai masih belum memadai.
“Kalau hanya mengandalkan dana hibah Provinsi Jambi jelas tidak mencukupi dan berdampak pada prestasi atlet,” tegasnya.
Dalam paparannya, KONI Jambi mencatat total raihan medali dalam periode 2008–2025 sebanyak 227 medali, yang terdiri dari:
40 Emas
65 Perak
122 Perunggu
Dengan rincian:
10 Cabang olahraga unggulan
40 Cabor prioritas & fresan lanjutan
6 Cabor kategori umum atau cabang baru
Pertemuan ditutup dengan kesepahaman awal mengenai perlunya sinergi KONI, pemerintah, dan dunia usaha untuk membangkitkan kembali kejayaan olahraga Jambi dan menjadikan prestasi atlet sebagai kebanggaan daerah.
