Jefri : Tak Boleh Ada Perlakuan Berbeda Terhadap Helen's Play Mart.
SWARANESIA.COM- Aksi Demonstrasi penolakan dan penutupan Helen's Play Mart Jambi menuai pro dan kontra. Beberapa pihak berpendapat bahwa tempat hiburan malam ini harus ditutup karena dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan norma-norma agama, karena telah menjual minuman keras dan diduga sebagai tempat sarang maksiat yang berpotensi merusak mental generasi muda kota Jambi.
Namun, Jefri B Pardede Ketua Sahabat Alam Jambi berpendapat berbeda bahwa Helen's Play Mart telah memiliki izin perusahaan terbatas (PT) dan Nomor Induk Berusaha (NIB), serta melaksanakan prosedur ketat untuk memastikan semua pengunjung berusia minimal 21 tahun. Jefri merasa bahwa tuntutan penutupan ini tidak adil jika tempat hiburan lain yang sama dan telah memiliki izin lengkap tapi masih bisa dibiarkan beroperasi, "kok hanya helen's play Mart yang diminta ditutup dan diduga sarang maksiat, gimana dengan tempat hiburan yang lain", ujarnya
Jefri juga berharap Pemerintah Kota Jambi bisa tegas dan pro aktif agar bisa menjelaskan kepada semua pihak termasuk DPRD, "Ya kalau perlu buka ruang diskusi bersama dan evaluasi semua perijinan hiburan malam, sampaikan semua kepada masyarakat yang melakukan aksi hari ini agar tak ada perlakuan berbeda bahwa perijinan Helen's Play Mart telah diterbitkan sesuai aturan sama dengan perijinan tempat hiburan malam lainnya yang secara aturan operasionalnya sudah sesuai dengan aturan dan Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku", pungkas Jefri,
Masih menurut Jefri mantan anggota DPRD kota Jambi ini juga manyatakan bahwa semua harus bisa memahami kalaulah terbitnya sebuah keputusan perijinan usaha selalu terus mendapatkan aksi demonstrasi dan penolakan sementara masyarakat tidak mendapatkan informasi yang utuh terkait semua proses perijinan dan praktek usaha sudah sesuai dengan ketentuan, ketika perihal ini terus terpelihara dikarenakan kebuntuan komunikasi dan informasi, tentu ini akan menjadi preseden buruk bagi iklim usaha dan kota Jambi akan dianggap tak ramah investasi oleh pengusaha, tutup Jefri.
