Rabu, 11 Maret 2026

APKARINDO Gelar Rembug Petani Karet di Batang Hari, Dorong Kemakmuran Komoditas Karet

 



SWARANESIA.COM- Dalam upaya meningkatkan kemakmuran petani karet, Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKARINDO) untuk kedua kalinya menggelar acara sosialisasi dan Rembug Petani Karet bersama petani karet di Provinsi Jambi. Acara ini berlangsung di Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, pada Selasa (10/03/2026) siang, bertempat di Gedung Aula Seni Budaya Desa Tebing Tinggi.


Dalam sambutan pembukaan, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) APKARINDO Jambi, Abdurrahman Sayuti, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Desa Tebing Tinggi atas sambutan dan dukungannya. Sayuti mengungkapkan harapan agar ke depannya petani karet dapat kembali bergairah dan mampu mengimbangi perkembangan perkebunan sawit rakyat.


"Desa Tebing Tinggi termasuk wilayah petani karet yang produktif dengan luas lahan karet terbesar di Kabupaten Batang Hari. Dengan demikian, kami dari APKARINDO Jambi berharap dan mengajak seluruh petani karet agar dapat kembali lebih semangat dalam mengelola perkebunan karetnya," ujar Sayuti.


Sementara itu, Kepala Desa Tebing Tinggi, Datuk Lucki Wijaya, dalam sambutannya juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih. Menurutnya, kehadiran para tokoh dan pejuang petani karet yang datang jauh-jauh dari Jakarta merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan bagi Desa Tebing Tinggi.


"Mari kita diskusikan bersama orang-orang terbaik dan hebat ini tentang masa depan perkebunan karet. Kehadiran mereka sangat luar biasa, dan antusiasme masyarakat desa untuk hadir dalam acara ini sangat tinggi karena ini merupakan agenda penting untuk kemakmuran petani karet ke depannya," ungkap Kades Lucki.


Hadir dalam acara tersebut, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) APKARINDO, Irpan Ahmad, yang dalam keterangannya mengucapkan terima kasih kepada petani karet di Jambi, khususnya di Kabupaten Batang Hari, yang terus mempertahankan sektor tanaman karet. Ia menegaskan bahwa petani karet Indonesia adalah produsen karet nomor dua di dunia setelah Thailand.


"Industri karet jangan sampai tidak diperhatikan, karena kebutuhan karet merupakan penopang industri di Indonesia. Kami dari APKARINDO akan terus berjuang di sektor petani karet agar tidak ditinggalkan oleh sektor lain seperti sawit. Mari kita hidupkan asosiasi ini sebagai rumah kita, sebagai wadah aspirasi, dan tempat diskusi terkait harga jual beli karet," tegas Irpan Ahmad.


Lebih lanjut, Irpan menyampaikan bahwa APKARINDO saat ini tengah melakukan diskusi dengan Kementerian Perkebunan dan Pertanian agar harga jual komoditas karet dapat kembali normal sehingga petani dapat menikmati hasil kebunnya seperti sediakala. Selain itu, APKARINDO juga berkoordinasi dengan Pupuk Indonesia agar petani karet mendapatkan perhatian dan penyaluran pupuk subsidi dari pemerintah.


Tak hanya itu, APKARINDO juga menjalin kerja sama dengan pihak Kepolisian Daerah (Polda) Jambi untuk mendorong petani karet tidak hanya bergantung pada hasil karet saja, tetapi juga dapat mengembangkan tanaman tumpang sari dalam program ketahan pangan guna meningkatkan pendapatan keluarga.


Acara Rembug Petani Karet ini dihadiri oleh sejumlah pihak, antara lain:


1. Ketua Umum DPP APKARINDO, Irpan Ahmad

2. Ketua APKARINDO DPW Jambi, Abdurrahman Sayuti

3. Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO) yang diwakili oleh PT Aneka Bumi Pratama (PT ABP)

4. Dinas Perkebunan Provinsi Jambi diwakili kasi Mutu perkebunan

5. Kepala Desa Tebing Tinggi, Datuk Lucki Wijaya

6. Perwakilan Pupuk Indonesia

7. Perwakilan Polda Jambi

8. Ketua BPD Tebing Tinggi

9. Para petani milenial dan petani karet