Bram Aprianto, Aktivis Jalanan Hingga Menjejal Posisi Elit Partai
SWARANESIA.COM– Perjalanan aktivisme yang panjang mengantarkan Bram Aprianto ke panggung politik yang lebih strategis. Kini, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Provinsi Jambi, sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat dan daerah.
Sebelum aktif di partai politik, Bram dikenal luas sebagai aktivis kampus. Ia pernah menjabat sebagai Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Batanghari, posisi yang menjadi titik awal kiprah kepemimpinannya. Dalam perannya, ia kerap menyuarakan aspirasi mahasiswa dan masyarakat melalui berbagai aksi dan forum diskusi.
Selain itu, Bram juga merupakan salah satu pentolan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Pengalamannya di organisasi tersebut membentuk karakter kritis serta kemampuan advokasi yang kuat. Ia beberapa kali terlibat dalam gerakan aktivisme yang mengangkat isu sosial dan kebijakan publik, menunjukkan konsistensinya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Bram menegaskan bahwa keputusannya masuk ke dunia politik bukan tanpa alasan. Menurutnya, partai politik merupakan instrumen penting dalam sistem ketatanegaraan untuk melahirkan kebijakan yang berdampak luas.
“Masuk ke partai politik adalah keharusan jika ingin berbuat lebih besar. Sistem negara kita mengatur bahwa perubahan dan kebijakan lahir dari proses politik,” ujarnya.
Bergabung dengan PSI menjadi langkah strategis bagi Bram untuk melanjutkan perjuangannya. Ia melihat partai tersebut sebagai wadah bagi generasi muda yang ingin membawa perubahan dengan pendekatan yang progresif dan inklusif.
Sebagai Wakil Ketua Umum DPW PSI Provinsi Jambi, Bram berkomitmen mengawal aspirasi masyarakat sekaligus mendorong partisipasi anak muda dalam politik. Ia berharap semakin banyak generasi muda yang berani terlibat, bukan hanya sebagai pengamat, tetapi sebagai pelaku perubahan.
Dengan latar belakang aktivis yang kuat, Bram Aprianto membuktikan bahwa idealisme dapat terus hidup dan berkembang, bahkan ketika berada di dalam sistem politik.
