Rabu, 10 Juni 2026

Ade Jona Terpilih Aklamasi Jadi Ketua Umum HIPMI Periode 2026-2029

 




SWARANESIA.COM- Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang berlangsung di Bandar Lampung menetapkan Ade Jona Prasetyo sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI periode 2026-2029. Ade Jona terpilih secara aklamasi setelah mendapatkan dukungan mayoritas pemilik suara dari Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI se-Indonesia.

Proses pemilihan yang berlangsung pada 10-11 Juni 2026 tersebut berjalan lancar dan kondusif. Ketua sidang pemilihan, Muhammad Puri Andamas, menyatakan seluruh tahapan pemilihan dapat diselesaikan dengan baik hingga menghasilkan keputusan bersama.

Terpilihnya Ade Jona secara aklamasi tidak terlepas dari dinamika dukungan yang berkembang menjelang pelaksanaan Munas. Dukungan dari sejumlah daerah menguat sehingga mengantarkan dirinya menjadi calon tunggal yang disepakati mayoritas peserta forum.

Dalam pernyataannya, tim Ade Jona menegaskan bahwa ketua umum terpilih akan merangkul seluruh pengurus daerah tanpa membedakan latar belakang dukungan selama proses Munas berlangsung.

"Ade Jona akan tetap merangkul dan memperhatikan 38 BPD HIPMI dari seluruh Indonesia tanpa membeda-bedakan antara pendukung maupun bukan pendukung selama penyelenggaraan Munas," demikian keterangan yang disampaikan tim pemenangan.

Munas XVIII HIPMI dibuka langsung oleh Prabowo Subianto pada Rabu (10/6). Forum tertinggi organisasi pengusaha muda tersebut diikuti lebih dari 2.000 peserta yang terdiri dari pengurus HIPMI, jajaran Kabinet Merah Putih, serta para mantan Ketua Umum HIPMI.

Mengusung tema "Sinergi Pengusaha Muda Membangun Kekuatan Ekonomi Nasional", Munas XVIII HIPMI diharapkan menjadi momentum penguatan peran pengusaha muda dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan ekonomi global.

Dengan terpilihnya Ade Jona sebagai Ketua Umum BPP HIPMI, organisasi tersebut kini bersiap menyusun kepengurusan baru dan merumuskan program kerja yang akan dijalankan selama tiga tahun ke depan guna memperkuat kontribusi pengusaha muda terhadap pembangunan ekonomi Indonesia.