Selama Libur Sekolah MBG Dihentikan, Potensi Efesiensi Negara Rp.3,4 Triliun
JAKARTA — Penghentian sementara distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah turut berdampak pada efisiensi anggaran negara, khususnya dari komponen insentif operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Berdasarkan perhitungan, dari total 27.820 SPPG yang telah beroperasi, penghentian pemberian insentif selama 18 hari libur sekolah menghasilkan potensi efisiensi anggaran sebesar Rp3.400.560.000.000 atau sekitar Rp3,4 triliun.
Efisiensi tersebut berasal dari penghitungan jumlah SPPG yang tidak menerima insentif operasional selama masa penghentian distribusi. Kebijakan ini menjadi bagian dari evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperbaiki tata kelola Program MBG.
Sebelumnya, BGN menyampaikan bahwa distribusi MBG selama libur sekolah dihentikan sementara sebagai langkah evaluasi dan optimalisasi pelaksanaan program. Selama masa tersebut, SPPG yang tidak beroperasi tidak mendapatkan insentif operasional.
Langkah ini dilakukan agar pelaksanaan MBG ke depan berjalan lebih efektif, tepat sasaran, serta memastikan penggunaan anggaran negara semakin efisien.
Tag: