Turun Gunung, Maestro Kartun Edi Dharma Kembali Melukis Setelah Vakum Satu Dekade
SWARANESIA.COM- Setelah hampir satu dekade lebih jarang tampil di dunia seni lukis, maestro kartun Jambi, Edi Dharma, akhirnya "turun gunung". Dalam ajang Pusparagam Negeriku: Dari Jambi untuk Indonesia di Taman Budaya Jambi, Jumat (31/7/2026), Edi memamerkan dua lukisan baru yang mengangkat kritik terhadap kerusakan lingkungan dan dampaknya bagi masyarakat.
Menurut Edi, keputusannya kembali melukis bukan sekadar untuk berkarya, melainkan mengabadikan gagasan-gagasan kritis yang selama ini hanya hadir dalam bentuk kartun digital. Ia menilai kanvas memiliki nilai sejarah dan daya tahan yang jauh lebih panjang dibandingkan karya dalam bentuk file digital.
Diketahui sosok Edi Dharma adalah kartunis asal Jambi yang karya kartunnya sering dipamerkan di luar negeri seperti China, Rusia, Turki dan negara-negara lainnya
"Dulu saya banyak berkarya dalam bentuk kartun. Sekarang saya ingin ide-ide itu hidup lebih lama melalui lukisan," ujarnya.
Dua karya yang dipamerkan mengangkat persoalan kerusakan alam, mulai dari maraknya pertambangan emas ilegal, pencemaran sungai akibat merkuri, hingga dampak aktivitas batu bara terhadap lingkungan dan masyarakat.
Meski selama ini dikenal sebagai kartunis dengan karya yang lebih banyak dinikmati publik internasional, Edi mengaku kini ingin lebih dekat dengan masyarakat Jambi melalui seni rupa.
"Kalau dulu saya berkarya untuk diri sendiri dan mengejar capaian artistik, sekarang saya ingin karya ini berdialog dengan masyarakat. Pesan moralnya harus sampai," katanya.
Edi terakhir mengikuti pameran seni lukis berskala besar pada 2016. Kini, ia menyebut momen kembalinya ke kanvas sebagai awal untuk mengabadikan berbagai ide yang selama ini tersimpan, sekaligus menjadi langkah menuju cita-citanya membangun museum kartun pribadi.