Selasa, 18 Agustus 2026

LAM Kota Jambi Dorong Patroli Bersama, Libatkan Masyarakat hingga TNI-Polri




SWARANESIA.COM— Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi mendorong pelaksanaan patroli bersama untuk mengantisipasi aksi geng motor yang kembali meresahkan masyarakat.

Ketua LAM Kota Jambi Aswan Hidayat Usman mengatakan, patroli akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari masyarakat, TNI-Polri, Pemerintah Kota Jambi, organisasi kemasyarakatan, lembaga adat, organisasi kepemudaan hingga komunitas.

“Patroli bersama yang melibatkan masyarakat, TNI-Polri, dan Pemerintah Kota Jambi, organisasi, lembaga adat, organisasi kepemudaan, komunitas,” kata Aswan di Jambi, Selasa (18/8/2026).

Menurut Aswan, keterlibatan berbagai elemen masyarakat diperlukan agar penanganan aksi geng motor tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan.

Ia berharap gerakan bersama tersebut dapat membantu kepolisian dan pemerintah daerah menjaga keamanan serta kenyamanan warga.

Kasus kekerasan di WTC Jambi jadi perhatian

Aswan mengatakan, aksi kekerasan yang terjadi di kawasan pusat perbelanjaan WTC Jambi hingga menyebabkan korban meninggal dunia menjadi perhatian serius berbagai komponen masyarakat.

Kejadian tersebut, kata dia, menjadi momentum bagi berbagai elemen untuk menyatukan langkah guna mencegah peristiwa serupa kembali terjadi.

“Penanganan gangguan keamanan selama ini lebih banyak dilakukan aparat. Karena itu, masyarakat perlu ikut mengambil peran melalui kegiatan pencegahan di lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Patroli masyarakat nantinya akan diarahkan pada upaya pencegahan. Warga dapat memberikan imbauan secara persuasif kepada anak-anak yang masih berkumpul pada malam hari agar segera kembali ke rumah.

LAM siapkan audiensi dan apel akbar

Selain patroli bersama, LAM Kota Jambi berencana menggelar audiensi dengan Kapolresta Jambi dan Wali Kota Jambi.

Audiensi tersebut akan membahas langkah lanjutan untuk menangani aksi geng motor di Kota Jambi.

LAM juga merencanakan apel akbar yang melibatkan TNI-Polri, organisasi masyarakat, organisasi kepemudaan, serta lembaga adat.

Kegiatan itu akan dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan Kota Jambi.

Sementara itu, rencana penerapan peraturan daerah terkait hukum adat terhadap pelaku geng motor masih dalam tahap perumusan.

Aswan mengatakan, berbagai upaya pembinaan yang sebelumnya pernah dilakukan juga akan dievaluasi, termasuk penempatan anak di barak militer dan Sekolah Polisi Negara.

“Kami tidak pernah putus asa dan mudah-mudahan gerakan bersama ini menjadi solusi untuk mengembalikan keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Jambi,” kata Aswan.

Satpol PP siap perkuat koordinasi

Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Jambi Rustam mengatakan pihaknya siap memperkuat koordinasi lintas lembaga melalui patroli bersama.

Patroli tersebut nantinya melibatkan TNI-Polri, Satpol PP, serta organisasi masyarakat.

Menurut Rustam, kegiatan tersebut akan mengedepankan pendekatan pembinaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.