Prof. Sukendro, Sosok Penggerak Olahraga Jambi yang Telah Diakui Menpora
JAMBI — Momentum Hari Olahraga Nasional (Haornas) pada bulan September 2026 menjadi kesempatan bagi Pemerintah Provinsi Jambi untuk mengapresiasi tokoh yang telah berkontribusi terhadap perkembangan olahraga daerah. Dengan rekam jejak sebagai atlet, akademisi, dan penggerak olahraga, Prof. Dr. Drs. H. Sukendro, M.Kes., AIFO layak dipertimbangkan menerima penghargaan. Terlebih, kiprahnya telah mendapat pengakuan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia melalui penghargaan Pelaku Olahraga Berprestasi Tahun 2024.
Pengakuan nasional tersebut menjadi salah satu dasar kuat bagi pemerintah daerah untuk turut menghargai pengabdiannya. Kontribusi Sukendro mencakup prestasi di arena pertandingan, pendidikan olahraga di Universitas Jambi, serta keterlibatan dalam berbagai organisasi dan pembinaan cabang olahraga di Jambi.
Sukendro menerima penghargaan Pelaku Olahraga Berprestasi Tahun 2024 dalam kegiatan di Graha Kemenpora RI pada 2 Oktober 2024. Ia menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dalam rangka peringatan Haornas ke-41 tahun 2024.
Dalam pemberitaan mengenai penghargaan itu, Sukendro tercatat sebagai dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jambi. Penghargaan tersebut menjadi salah satu tonggak perjalanan panjangnya dalam dunia olahraga.
Dari Lintasan Atletik
Lahir di Banda Aceh pada 14 September 1965, Sukendro menjalani pendidikan dasar dan menengah di Medan. Ia bersekolah di SD Muhammadiyah Medan, SMP Muhammadiyah Medan, kemudian SMPP Negeri 24 Medan.
Sebagai atlet atletik, Sukendro mencatatkan sederet prestasi, terutama pada nomor lari 100 meter, 200 meter, dan estafet 4 × 100 meter.
Pada 1983, ia meraih juara pertama lari 100 meter dan estafet 4 × 100 meter, serta juara kedua nomor 200 meter dalam kejuaraan antarremaja ABRI di Medan. Tahun yang sama, ia meraih juara ketiga nomor 100 meter dalam kejuaraan antarpelajar se-Sumatera Utara.
Dalam Kejuaraan Daerah Sumatera Utara tahun 1983, Sukendro menjuarai nomor 200 meter dan estafet 4 × 100 meter, serta menempati posisi kedua nomor 100 meter. Ia juga meraih juara pertama estafet 4 × 100 meter pada Soesilo Soedarman Cup di Lubuk Pakam.
Prestasi tersebut mengantarkannya mewakili Sumatera Utara pada Kejuaraan Nasional Atletik di Solo dalam rangka Haornas I tahun 1983 dan Kejuaraan Nasional POPSI di Jakarta.
Pada 1984, ia menjuarai nomor 200 meter dalam Soesilo Soedarman Cup di Pangkalan Berandan serta Kejuaraan Daerah Atletik Sumatera Utara. Saat memperkuat Sumatera Utara pada PORWIL I di Padang, ia meraih posisi kedua pada nomor 100 meter, 200 meter, dan estafet 4 × 100 meter.
Sukendro kembali mencatatkan hasil menonjol pada Soesilo Soedarman Cup di Tebing Tinggi tahun 1985. Ia meraih juara pertama pada tiga nomor sekaligus, yakni 100 meter, 200 meter, dan estafet 4 × 100 meter.
Pada 1986, ia menjuarai nomor 100 meter dan meraih juara ketiga nomor 200 meter dalam Kejuaraan Daerah Atletik Sumatera Utara. Tahun itu pula, ia mewakili Sumatera Utara pada Kejuaraan Nasional Atletik di Jakarta.
Konsistensinya berlanjut pada 1987. Dalam PORDASU di Medan, Sukendro menjuarai nomor 100 meter, 200 meter, dan estafet 4 × 100 meter. Ia juga meraih juara pertama nomor 100 meter dan 200 meter dalam kejuaraan antarklub se-Sumatera Utara.
Pada 1988, ia kembali menjuarai nomor 100 meter dan 200 meter dalam Dasuki Cup, Kejuaraan Daerah Sumatera Utara, serta Porseni mahasiswa se-Sumatera Utara.
Ketika tampil pada PORWIL II di Pekanbaru tahun 1988, Sukendro memperkuat Sumatera Utara dan meraih juara kedua nomor 100 meter, juara ketiga nomor 200 meter, serta juara ketiga estafet 4 × 100 meter.
Selain nomor lari, ia turut berkompetisi dalam lompat jauh dan lompat jingkat. Pada 1991, Sukendro meraih juara ketiga lompat jauh antarklub di Medan, juara ketiga lompat jingkat GUBSU Cup, dan juara kedua lompat jingkat pada POR Wilayah I–IV se-Sumatera Utara.
Perjalanan sebagai atlet kemudian membawanya memperkuat Jambi. Pada PORWIL III di Palembang tahun 1992, ia mewakili Provinsi Jambi dan meraih juara ketiga estafet 4 × 100 meter. Pada tahun yang sama, ia juga mewakili Jambi dalam ajang Bob Hasan Open di Jakarta.
Mengabdi melalui Pendidikan Olahraga
Seiring kiprahnya sebagai atlet, Sukendro menempuh pendidikan tinggi di bidang olahraga. Ia menyelesaikan studi pada Jurusan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP Medan pada 1990.
Pendidikan magister dilanjutkannya di Universitas Padjadjaran, Bandung, dalam bidang Ilmu Faal dan Kesehatan Olahraga, yang diselesaikan pada 1996. Ia kemudian menuntaskan pendidikan doktor dalam bidang Ilmu Pendidikan Olahraga di Universitas Negeri Jakarta pada 2011.
Sebagai dosen tetap Program Studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Jambi, Sukendro memiliki bekal pengalaman bertanding sekaligus pengetahuan akademik mengenai pendidikan dan kesehatan olahraga.
Perjalanan akademiknya turut ditandai sejumlah penghargaan. Ia meraih predikat Dosen Teladan III FKIP Universitas Jambi pada 1994, Dosen Teladan I FKIP Universitas Jambi pada 1998, serta Dosen Berprestasi II FKIP Universitas Jambi pada 2007.
Dalam riwayat yang disampaikan, Sukendro juga tercatat menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Jambi.
Berkiprah dalam Organisasi Olahraga Jambi
Pengabdian Sukendro menjangkau berbagai organisasi dan cabang olahraga. Ia memiliki riwayat kepengurusan sebagai Ketua Umum ISORI, Kabid Litbang KONI Kota Jambi, Ketua I Tarung Derajat Provinsi Jambi, dan Sekretaris Umum FORMI Provinsi Jambi.
Ia juga tercatat sebagai Kabid Binpres PERTINA Provinsi Jambi, penasihat PERBASI Provinsi Jambi, Kabid Organisasi PBSI Provinsi Jambi, serta Ketua I BAPOMI Provinsi Jambi.
Di lingkungan olahraga aparatur, Sukendro mengemban peran sebagai Kabid Olahraga dan Seni KORPRI Provinsi Jambi. Riwayat organisasi lainnya meliputi Ketua Harian PRSI Provinsi Jambi, Kabid Binpres KONI Provinsi Jambi, Ketua II BPMSI Provinsi Jambi, penasihat PASI Provinsi Jambi, dan Kabid Binpres PGSI Provinsi Jambi.
Berdasarkan riwayat yang disampaikan, Sukendro kini menjabat sebagai Ketua Umum Olahraga Petanque Provinsi Jambi dan Sekretaris Umum KONI Provinsi Jambi.
Beragam peran tersebut memperlihatkan luasnya keterlibatan Sukendro dalam olahraga daerah, mulai dari pembinaan prestasi, olahraga mahasiswa, hingga pengelolaan organisasi.
Tetap Aktif Bertanding
Kesibukan di perguruan tinggi dan organisasi tidak memutus aktivitas Sukendro di arena pertandingan. Selain atletik, ia juga mencatatkan prestasi dalam bulutangkis dan tenis meja.
Pada 2013, Sukendro meraih juara ketiga bulutangkis POR KORPRI Kota Jambi dan juara kedua POR KORPRI Provinsi Jambi. Ia kembali meraih juara kedua tingkat provinsi pada 2014.
Tahun 2014, ia juga mewakili Provinsi Jambi dalam Kejuaraan Nasional Bulutangkis POR KORPRI di Manado. Pada 2017, Sukendro meraih juara ketiga bulutangkis antardosen dalam LPTK Cup di Yogyakarta.
Prestasinya berlanjut pada Rektor Cup 2024, ketika ia meraih juara kedua tenis meja dan juara pertama bulutangkis.
Rekam jejak tersebut memperkuat alasan untuk mempertimbangkan Sukendro sebagai penerima apresiasi olahraga di Jambi pada momentum Haornas 2026. Penghargaan dari Kemenpora pada 2024, disertai perjalanan panjang sebagai atlet, pendidik, dan pengurus olahraga, menjadi landasan bagi penghargaan daerah terhadap pengabdiannya.
Tag: