Sepi Peminat, PBPI Jambi Gelar Road To Kerjunas Padel Hanya diikuti 40 Pasang
Jambi – Pelaksanaan Turnamen PBPI Jambi Padel Cup 2026 Road to Kejurnas kembali menjadi perhatian di kalangan pencinta olahraga padel di Provinsi Jambi.
Turnamen yang digelar di Lapangan Padel Society, kawasan Tanjung Pinang, Kota Jambi, Sabtu sore (12/9/2026), hanya diikuti sebanyak 40 pasangan atau pair. Kegiatan tersebut disebut sebagai salah satu agenda resmi PBPI Jambi Padel Cup 2026 Road to Kejurnas.
Sejumlah pencinta padel menilai antusiasme terhadap olahraga ini di Jambi sebenarnya cukup tinggi. Hal tersebut terlihat dari jumlah peserta yang mengikuti sejumlah turnamen padel di Jambi yang digelar sebelumnya.
Sebagai perbandingan, Turnamen Piala Gubernur Jambi Padel Cup Merdeka 2026 yang digelar oleh Komunitas Padel Jambi di Lapangan Padel Kalcer, kawasan Mayang, Kota Jambi, pada 19 Agustus 2026 lalu, tercatat diikuti sekitar 187 pasangan.
Perbedaan jumlah peserta tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang diperbincangkan oleh kalangan pencinta padel. Mereka mempertanyakan faktor yang menyebabkan jumlah peserta dalam PBPI Jambi Padel Cup 2026 Road to Kejurnas relatif lebih sedikit dibandingkan turnamen sebelumnya, bahkan ada beberapa pihak yang menilai bahwa Turnamen Resmi PBPI tersebut Sepi Peminat.
Di sisi lain, perhatian juga tertuju pada lokasi pelaksanaan turnamen. Sebelumnya, Ketua PBPI Provinsi Jambi Ramos Hutabarat dalam pemberitaan sejumlah media menyampaikan bahwa terdapat dua lapangan padel di Jambi yang disebut memenuhi standar untuk penyelenggaraan event resmi PBPI, yakni Lapangan Padel Reserve dan Jambi Padel Court.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan di kalangan pencinta padel terkait alasan PBPI Jambi memilih Lapangan Padel Society sebagai lokasi pelaksanaan PBPI Jambi Padel Cup 2026 Road to Kejurnas.
Pertanyaan tersebut terutama berkaitan dengan aspek standar lapangan, persyaratan penyelenggaraan serta mekanisme penetapan venue untuk sebuah turnamen yang membawa nama PBPI dan berlabel Road to Kejurnas.
Pada akhirnya, seluruh pihak tentu berharap perkembangan olahraga padel di Provinsi Jambi dapat terus berjalan secara sehat, profesional dan transparan, sehingga semakin banyak atlet maupun masyarakat yang tertarik untuk ikut mengembangkan olahraga tersebut.(*)
Tag: