Demo Mahasiswa, Kritik Al Haris Nirempati, Singgung Video Gubernur di Helikopter
SWARANESIA.COM – Kritik mahasiswa terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi pada Kamis (8/10/2026) tidak hanya disampaikan melalui orasi. Massa juga membawa poster bergambar Gubernur Jambi Al Haris sebagai bentuk sindiran terhadap video Al Haris saat melakukan pemantauan karhutla menggunakan helikopter.
Poster tersebut menampilkan ilustrasi wajah Al Haris dengan tulisan bernada kritik. Foto poster itu menjadi salah satu simbol keresahan massa di tengah kabut asap yang menyelimuti Jambi.
Aksi ini juga diwarnai dengan keributan, dikarenakan masa aksi tak dibolehkan masuk ke halaman kantor DPRD Provinsi Jambi, sehingga mahasiswa dan masa aksi merusak pagar kantor DPRD provinsi Jambi
Kritik tersebut berkaitan dengan video Al Haris yang sebelumnya beredar saat dirinya berada di dalam helikopter ketika melakukan patroli udara memantau karhutla.
Dalam video yang diunggah di akun Instagram pribadinya pada Selasa (6/10), Al Haris terlihat melakukan pemantauan bersama tim. Dalam percakapan di dalam helikopter, ia sempat menanyakan kondisi jarak pandang.
“Masih aman ya, Mas? Masih nampak ya. Oke, baik,” ujar Al Haris dalam video tersebut,
Al Haris sebelumnya menjelaskan patroli udara dilakukan untuk melihat titik-titik karhutla sekaligus memastikan penanganan oleh Satgas Karhutla Provinsi Jambi berjalan.
Namun, video tersebut kemudian menjadi bagian dari kritik mahasiswa.
Dalam seruan aksi yang beredar pada Kamis (8/10), Mahasiswa Merah dan Aliansi Rakyat Jambi Marah secara langsung menyindir Al Haris dengan mengaitkan kondisi masyarakat yang terdampak asap dengan video tersebut.
“Jambi sesak nafas lurr!!! Sampai berjumpa wo haris, sambut rakyat Jambi dengan senyum seperti video di helikopter ya,” tulis akun @mahasiswa_merah.
Massa dijadwalkan berkumpul di kawasan UNJA Telanai sebelum bergerak menuju Kantor Gubernur Jambi. Mereka juga menyoroti kinerja DPRD Provinsi Jambi dan meminta bertemu dengan Gubernur Jambi.
Aksi tersebut berlangsung ketika persoalan kualitas udara dan karhutla kembali menjadi sorotan di Jambi.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi Jambi menyatakan penanganan karhutla terus dilakukan. Pemprov sebelumnya menyebut status siaga bencana telah ditetapkan sejak Mei 2026 dan Al Haris menegaskan penanganan karhutla harus dilakukan secara terpadu.
Foto poster yang dibawa massa menjadi gambaran bagaimana video patroli udara Gubernur Al Haris kini dipakai mahasiswa sebagai simbol kritik: pemerintah melihat asap dari udara, sementara masyarakat menghirup asap di darat.
***Keterangan foto:
Poster bergambar Gubernur Jambi Al Haris dibawa massa aksi sebagai bentuk kritik terkait penanganan karhutla dan video patroli udara menggunakan helikopter, Kamis (8/10/2026).
Tag: