Dinas Perkimtan Jambi Butuh Figur Orkestrator, Bukan Sekadar Pejabat Teknis
SWARANESIA.COM– Rencana beroperasinya Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Perrtanahan (Perkimtan ) Provinsi Jambi pada awal tahun 2026 dinilai sebagai momentum penting dalam penataan ruang hidup masyarakat kususnya sector perumahan dan permukiman . Namun, keberhasilan dinas baru ini sangat ditentukan oleh figur pimpinan yang tepat sejak masa transisi, baik sebagai Pelaksana Tugas (Plt) maupun kepala dinas definitif.
Hal itu diungkapkan pengamat kebijakan publik dan pembangunan perumahan-permukiman, Martayadi Tajuddin, saat dimintai pandangannya mengenai sosok pimpinan ideal bagi Dinas Perkimtan Provinsi Jambi.
Menurut Martayadi, Perkimtan bukanlah dinas teknis biasa. Kompleksitas persoalan perumahan dan permukiman, pertanahan menyentuh langsung aspek sosial, lingkungan, tata ruang, hingga politik anggaran.
“Perkimtan itu dinas orkestrator. Ia menghubungkan kepentingan pusat, daerah, kabupaten/kota, masyarakat, hingga pengembang. Karena itu, pimpinan Perkim harus memahami substansi secara utuh, bukan hanya fisik bangunan,” ujarnya.
KARAKTER PIMPINAN YANG DIBUTUHKAN
Martayadi menegaskan, ada beberapa karakter kunci yang wajib dimiliki pimpinan Dinas Perkim ke depan. Di antaranya pemahaman menyeluruh terhadap isu perumahan rakyat, Rumah Tidak layak Huni, kawasan kumuh, dan permukiman berbasis sosial-lingkungan, serta kemampuan melakukan sinkronisasi kebijakan lintas pemerintahan.
Selain itu, kapasitas koordinasi lintas stakeholder menjadi syarat mutlak. “Dinas Perkim akan berhadapan langsung dengan Kementerian PKP dan PU, DPRD, kabupaten/kota, akademisi, pengembang, hingga masyarakat. Jadi, tidak cukup hanya jabatan struktural, tetapi harus punya jejaring dan kepercayaan,” jelasnya.
Martayadi juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi publik. Hampir seluruh program Perkimtan berpotensi memunculkan kritik, sehingga pimpinan dinas harus transparan, tidak defensif, dan mampu berkolaborasi dalam mengelola isu sekaligus substansi kebijakan.
“Apalagi ini dinas baru hasil pemekaran. Di fase awal, yang dibutuhkan adalah figur konsolidator dan kolaborator, bukan sekadar eksekutor proyek. Fokusnya menata SDM, SOP, budaya kerja, dan arah kebijakan jangka menengah,” tambahnya.
PENILAIAN KANDIDAT: KEKUATAN DAN RISIKO
Terkait sejumlah nama yang mencuat sebagai kandidat pimpinan Dinas Perkim, Martayadi memberikan penilaian kritis:
Yasser Arafat, Memiliki latar belakang teknis kuat di bidang sumber daya air, namun menurut Martayadi, pengalaman ini kurang relevan dengan kompleksitas isu perumahan dan permukiman, yang sarat dinamika sosial, tata kelola kawasan, dan kebutuhan komunikasi publik.
“Kekuatan teknis SDA saja tidak cukup. Perkimtan berurusan langsung dengan kehidupan masyarakat. Figur yang terlalu teknis berisiko menjadikan dinas hanya fokus proyek fisik, sementara isu sosial dan tata ruang terabaikan,” jelasnya.
Nasrul, Berlatar belakang Cipta Karya dan secara struktural cukup dekat dengan Perkimtan , namun rekam jejaknya menimbulkan polemik publik yang konsisten. Beberapa proyek strategis yang pernah ditangani, yang seharusnya menjadi ikon Pemprov Jambi—seperti Islamic Center, Sport Centre Swarnabumi, RTH Putri Pinang Masak, Bangunan Tanggo Rajo, Renovasi GOR Kotabaru, dan Penataan Lapangan Kantor Gubernur—justru menuai kritik dari masyarakat dan pengamat.
“Ini proyek strategis, simbol wajah pemerintah. Namun, yang muncul justru polemik terkait desain, fungsi, transparansi, dan komunikasi publik. Ini menunjukkan lemahnya manajemen persepsi dan koordinasi publik,” ujar Martayadi.
Menurutnya, menempatkan figur dengan rekam jejak polemik di posisi Plt berpotensi mengulang kesalahan lama, bahkan dapat menimbulkan ketegangan sosial dan kritik publik sejak awal operasi dinas.
Ariesto Harun Wijaya, Saat ini menjabat Kepala Bidang Perumahan dan dinilai memiliki profil paling relevan figure yang mencuat di ruang publikdengan kebutuhan Perkim ke depan. Ariesto memiliki pengalaman langsung di core business Perkim dan kemampuan membangun koordinasi lintas stakeholder secara tenang, sistematis, dan solutif.
“Untuk Plt Kadis Perkim, saya melihat Ariesto paling siap secara substansi dan jejaring. Sosok seperti ini dibutuhkan untuk masa transisi dan konsolidasi kelembagaan agar Perkim tumbuh sehat,” tegas Martayadi.
PESAN UNTUK GUBERNUR
Martayadi menekankan, penunjukan Plt dan evaluasi kepala dinas definitif harus berbasis kinerja dan integritas substansi, bukan semata mengejar output proyek atau kompromi politik.
“Dinas Perkimtan adalah wajah pemerintah di ruang hidup masyarakat. Salah memilih pimpinan, maka konflik sosial, kritik publik, dan ketidakteraturan dan konflik perumahan dan permukiman akan terus berulang. Gubernur harus jeli, karena keputusan ini akan menentukan arah pembangunan Jambi bertahun-tahun ke depan,” pungkasnya.
