Rabu, 29 Juli 2026

Menyalakan Harapan, Catatan Anak Kampung, Prof Dr Kaspul Anwar.


Senja temaram, adzan maghrib mulai terdengar lirih, kawanan burung pulang ke rumah. Hari yang melelahkan terlewati sudah, resah dan gelisah sudah tak terasa. Semua terhenti di sajadah dengan hati yang lemah. 

Langkah kaki nan pongah, terkikis saat tangan tengadah, meminta ampun pada pencipta. Dunia tempat lupa, karena kita sejatinya adalah papa. 

Suara imam yang mendayu, melafalkan Al-Fatihah dan At Taubah rakaat terakhir sholat maghrib tak bisa membiarkan tetesan air mata hingga menggenang di hamparan. 

Ribuan kilometer perjalanan dimulai dari setapak langkah, tak mungkin bisa terbang setinggi bangau kalau ancang-ancang tak jua dipancang.

Begitupun dengan Profesor Dr Kaspul Anwar Usman MPdi. Semua berkat harapan dan tekad yang tak berhenti. Walau duri, walau onak semua harus diretas demi sebuah cita-cita. 

Memulai semuanya ini tanpa jaminan, tanpa garansi sebab orang tua hanya pegawai biasa dan masih 9 saudara yang harus dibasuh. Namun harapan orang tua dan diri yang begitu kuat, bak mentari di siang hari, maka apa yang sudah dimulai tak boleh terhenti. 

Si anak kampung, Seberang Kota Jambi, tak ada yang menyangka kecuali sudah dituliskan sang Khaliq

Tugas ini begitu berat, menyebarkan kebaikan sambil menanamkan iman pada diri perlu banyak pengorbanan. 

Meski Putra Usman Gani ini terus menapak, setapak demi setapak. Satu hal yang tertanam menyebarkan nasehat agama adalah kewajiban. Maka sejak usia sekolah ibtidaiyah dan Tsanawiyah ditempa di Ar Riyadh hingga Aliyah di MAN Jambi diselesaikan dari balik pondok pesantren. 

Tak berhenti di sana, Kaspul tanpa ragu melanjutkan ke sekolah tinggi yang pada saat itu tidak semua teman sekolahnya dulu mau melanjutkan, sekolah yang ditempuhnya yakni IAIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi tahun 1993 pada Fakultas Tarbiyah jurusan Bahasa Arab, tak puas sampai disana, dia melanjutkan magister di Universitas Negeri Padang (UNP) dan meraih gelar Magister Pendidikan (M.Pd.) dalam bidang Teknologi Pendidikan pada tahun 2000. Dan dengan semangat dan tekad yang bulat hingga dia meraih gelar doktor dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung pada tahun 2010 dengan bidang keahlian Administrasi Pendidikan.

Sejumlah jabatan adalah amanah yang harus dipikul diantaranyaDekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan selama beberapa periode. Kemudian dipercaya menjadi Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam pada Pascasarjana UIN STS Jambi.

Hingga mencapai puncak pendidikan tertinggi yang adiluhung yaitu karir akademiknya ditandai dengan pengukuhan sebagai Guru Besar dalam bidang Manajemen Pendidikan.

Bukan cuma itu 30 tahun mengabdi anak Seberang Kota Jambi ini mendapatkan sejumlah penghargaan Satyalancana Karya Satya, yakni 10 tahun (2011), 20 tahun (2015), dan 30 tahun (2024). Kesemuanya dianugerahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas pengabdiannya yang konsisten dan penuh integritas.

Semua perjalanan ini beralasan demi sebuah keluarga yang merupakan amanah dari Allah SWT yakni sang belahan jiwa Asniyati, S.Ag., M.Pd.I. dan tiga buah hati, Ahmad Afif Ridho, Ulil Abshor Abdalah, dan Athaya Farhah Rahman. 

Ini berkat proses membentuk manusia berkarakter, beriman, dan berdaya saing. Filosofinya sederhana namun kuat: “Pemimpin bukan hanya menggerakkan lembaga, tetapi juga menyalakan harapan