Jumat, 16 Oktober 2026

JAMBI TERBAKAR: Karhutla Capai 4.335 Hektare, Batanghari Paling Luas





JAMBI — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi sepanjang 2026 telah mencapai ribuan hektare. Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, luas lahan yang terbakar mencapai 4.335,34 hektare hingga 12 Oktober 2026.

Kabupaten Batanghari menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar, yakni 1.348,18 hektare. Angka tersebut mencapai sekitar 31 persen dari total luas kebakaran yang tercatat pemerintah.

Data yang diberitakan pada 13 Oktober 2026 itu menunjukkan bahwa karhutla tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Jambi. Setelah Batanghari, wilayah dengan luas kebakaran terbesar adalah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dengan 674,55 hektare, Tanjung Jabung Timur 659,18 hektare, Muaro Jambi 626,87 hektare, dan Sarolangun 508,55 hektare.

Sementara itu, luas kebakaran di Kabupaten Tebo tercatat 403,76 hektare, Bungo 86,75 hektare, Merangin 17,30 hektare, serta Kota Jambi 10 hektare. Dalam data tersebut, belum ada kejadian kebakaran yang tercatat di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh.

Ancaman karhutla juga terlihat dari banyaknya titik panas atau hotspot yang terdeteksi di Provinsi Jambi. Data yang diberitakan ANTARA menyebutkan bahwa hingga 6 Oktober 2026, jumlah titik panas kumulatif mencapai 12.106 titik. Pada tanggal tersebut, sebanyak 144 titik panas terdeteksi.

Di sisi lain, analisis citra satelit yang dilakukan WALHI Jambi memperkirakan luas area terbakar mencapai 43.451 hektare berdasarkan analisis hingga 8 Oktober 2026. Angka tersebut jauh lebih besar dibandingkan data sementara BPBD Provinsi Jambi.

Dalam rincian yang diberitakan Mongabay pada 15 Oktober 2026, luas area terbakar di Kabupaten Tanjung Jabung Timur diperkirakan mencapai 12.533 hektare, Sarolangun 8.922 hektare, dan Tebo 7.063 hektare.

Hingga 17 Oktober 2026, data lengkap yang dapat diverifikasi untuk seluruh kabupaten dan kota belum tersedia dalam sumber yang digunakan untuk naskah ini. Angka 4.335,34 hektare merupakan data sementara BPBD hingga 12 Oktober, sedangkan angka 43.451 hektare berasal dari analisis citra satelit WALHI hingga 8 Oktober 2026.

Sumber: BPBD Provinsi Jambi, serta analisis citra satelit WALHI Jambi