Jampidsus Febrie Adriansyah Tegaskan Tetap Fokus Berantas Korupsi, Bantah Isu Pengunduran Diri
SWARANESIA.COM– Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menegaskan seluruh aktivitas penanganan perkara di lingkungan Jampidsus tetap berjalan normal di tengah berbagai pemberitaan yang menyeret namanya dalam sejumlah isu yang tengah berkembang.
Dalam konferensi pers, Febrie memastikan seluruh proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan hingga eksekusi barang bukti tetap berlangsung sesuai standar operasional prosedur (SOP).
"Seluruh tugas yang telah diperintahkan kepada kami tetap berjalan. Penanganan perkara tetap dilakukan secara cepat dengan tetap menjaga kualitas pembuktian yang nantinya akan diuji di persidangan," ujarnya.
Menurut Febrie, saat ini Jampidsus tengah fokus menyelesaikan sejumlah perkara strategis yang menyangkut kepentingan negara dan masyarakat. Di antaranya penanganan kasus tata kelola pertambangan, dugaan transfer pricing, serta pengawasan terhadap program prioritas nasional, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Kejaksaan dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta memberikan efek jera terhadap pelaku tindak pidana korupsi.
Febrie juga menegaskan Kejaksaan menghormati setiap proses penegakan hukum yang dilakukan aparat penegak hukum lainnya, termasuk Polri. Ia mengajak masyarakat menyikapi berbagai informasi yang beredar secara bijaksana dan berdasarkan fakta yang utuh.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan ruang kepada setiap proses hukum agar berjalan sesuai mekanisme yang diatur dalam peraturan perundang-undangan," katanya.
Selain penindakan tindak pidana korupsi, Febrie menyebut Kejaksaan juga terus mengoptimalkan penerimaan negara melalui penagihan denda administratif kepada perusahaan. Terhadap perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban tersebut, Kejaksaan telah menindaklanjutinya melalui instrumen pidana.
Bantah Isu Bisnis dan Pengunduran Diri
Menanggapi berbagai isu yang mengaitkan dirinya dengan sejumlah aset dan bisnis, Febrie membantah memiliki keterkaitan dengan usaha yang disebut-sebut berada di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
"Tidak ada keterkaitan Jampidsus dengan bisnis sebagaimana yang diberitakan di media sosial," tegasnya.
Terkait rumah di kawasan Sentul yang sempat digeledah penyidik Polri, Febrie mengakui rumah tersebut merupakan milik pribadinya yang telah dimiliki sejak lama. Namun, ia menegaskan uang yang ditemukan di lokasi memiliki pemilik dan terkait kegiatan tertentu yang nantinya akan dijelaskan melalui mekanisme hukum yang berlaku.
"Ada pemiliknya, ada kegiatannya. Semua dapat dipertanggungjawabkan, tetapi tentu tidak dijelaskan melalui forum seperti ini, melainkan melalui proses hukum yang benar," ujarnya.
Febrie juga membantah isu yang menyebut dirinya akan mengundurkan diri dari jabatan Jampidsus. Ia mengatakan hingga kini masih menerima arahan pimpinan untuk mempercepat penyelesaian sejumlah perkara prioritas yang sedang ditangani.
"Hingga pagi tadi saya masih menerima perintah untuk segera menyelesaikan pemberkasan perkara-perkara yang menjadi perhatian masyarakat," katanya.
Singgung Dugaan Blackout Sumatera
Saat ditanya mengenai isu yang mengaitkan dirinya dengan penyelidikan dugaan blackout listrik di Sumatera, Febrie mengaku tidak mengetahui adanya keterkaitan dirinya dengan perkara tersebut.
Ia justru menilai apabila perkara tersebut berkaitan dengan pengadaan batu bara untuk pembangkit listrik, maka sebaiknya dilakukan audit menyeluruh terhadap kebutuhan, kualitas batu bara, mekanisme transaksi, hingga prosedur pengadaannya guna memastikan ada atau tidaknya unsur tindak pidana.
"Kita tunggu saja hasil penyelidikan aparat yang menangani perkara tersebut," ujarnya.
Di akhir keterangannya, Febrie menegaskan Kejaksaan tetap berkomitmen menjalankan tugas secara profesional, independen, dan bertanggung jawab, sekaligus memastikan berbagai program prioritas pemerintah berjalan efektif dan akuntabel demi kepentingan masyarakat.
Tag: