Sabtu, 29 Agustus 2026

Bocor Gaes… Gibran–KDM For RI 1 & 2 di 2029?



JAKARTA – Wacana mengenai kemungkinan duet Gibran Rakabuming Raka dan Dedi Mulyadi atau KDM pada Pemilihan Presiden 2029 mulai menjadi perbincangan di ruang digital. Meskipun belum ada deklarasi maupun keputusan resmi partai politik, konfigurasi tersebut dinilai menarik setelah sejumlah survei menunjukkan elektabilitas KDM meningkat, sementara posisi Presiden Prabowo Subianto mengalami tekanan.

Survei Tempo Data Science yang dirilis pada 26 Agustus 2026 menempatkan Dedi Mulyadi di posisi teratas dalam bursa calon presiden 2029. Dalam salah satu simulasi, KDM memperoleh elektabilitas 42 persen, sedangkan Prabowo berada di posisi kedua dengan 15 persen.

Survei tersebut dilakukan pada 31 Juli–11 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.260 responden yang tersebar di 38 provinsi. Dalam simulasi pertanyaan terbuka, KDM juga memimpin dengan 41 persen, diikuti Prabowo 15 persen dan Anies Baswedan 10 persen. Tempo Data Science

Tren serupa sebelumnya terlihat dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC pada 5–19 Juli 2026. Dalam simulasi semi-terbuka, KDM meraih elektabilitas 35 persen, sedangkan Prabowo memperoleh 14,5 persen.

Pada survei SMRC tersebut, Anies Baswedan memperoleh 8,2 persen, Gibran Rakabuming Raka 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono 4,9 persen, Ganjar Pranowo 4,2 persen, dan Mahfud MD 4 persen. IDN Times

Dalam simulasi dua nama, KDM bahkan disebut memperoleh 59 persen, sedangkan Prabowo 28,3 persen. Sebanyak 12,7 persen responden belum menentukan pilihan.

Tak hanya dari sisi elektabilitas nasional, tingkat kepuasan terhadap kinerja KDM sebagai Gubernur Jawa Barat juga terbilang tinggi. Survei Indikator Politik Indonesia pada 30 Januari–8 Februari 2026 mencatat kepuasan publik Jawa Barat terhadap KDM mencapai 95,5 persen, terdiri atas 35,8 persen sangat puas dan 59,7 persen cukup puas. Indikator Politik Indonesia

Sementara itu, survei SMRC pada Juli 2026 mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo sebesar 51,1 persen. Angka tersebut turun dibandingkan 81,2 persen pada November 2025 dan 66,4 persen pada awal 2026. Survei melibatkan 749 responden dengan margin of error sekitar 3,7 persen. Reuters

Data tersebut memperlihatkan mulai terjadinya pergeseran preferensi publik. KDM muncul sebagai figur dengan elektabilitas kuat, sedangkan Gibran memiliki posisi strategis sebagai wakil presiden petahana dan figur muda dalam politik nasional.

Kombinasi Gibran–KDM berpotensi menawarkan narasi regenerasi kepemimpinan, representasi Jawa Tengah dan Jawa Barat, serta perpaduan pengalaman pemerintahan pusat dan daerah. Namun, keduanya juga berada dalam lingkungan politik yang selama ini berhubungan erat dengan Prabowo.

Karena itu, munculnya poster maupun narasi “Gibran–KDM For RI 1 & 2” sejauh ini lebih tepat dibaca sebagai spekulasi dan penjajakan opini di ruang digital. Belum terdapat pernyataan resmi dari Gibran, KDM, Partai Gerindra, maupun partai politik lain mengenai pembentukan pasangan tersebut.

Survei-survei di atas juga mengukur elektabilitas tokoh secara individual, bukan kekuatan pasangan Gibran–KDM. Dengan Pilpres 2029 yang masih beberapa tahun lagi, peta politik sangat mungkin berubah mengikuti kinerja pemerintahan, kondisi ekonomi, keputusan partai, serta dinamika hubungan antarelite.