PT SAL Sasar 850 Warga SAD Untuk Program Pencegahan Malaria
SWARANESIA.COM– Sebanyak 850 warga Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Sarolangun dan Merangin menjadi sasaran program percepatan eliminasi malaria yang berlangsung selama tiga bulan, mulai Juli hingga September 2026.
Program tersebut digelar PT Sari Aditya Loka (SAL) bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun dan Merangin, Puskesmas, pemerintah desa, serta para Temenggung SAD.
Intervensi kesehatan menyasar 14 kelompok binaan PT SAL, terdiri atas 11 kelompok di Sarolangun dan tiga kelompok di Merangin. Penerima program diprioritaskan bagi warga berusia 15 tahun ke atas.
Kegiatan tahap awal dilaksanakan serentak di Kabupaten Sarolangun pada 7–9 Juli 2026. Program kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Merangin berdasarkan jadwal yang disepakati bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas hingga September 2026.
Dalam program tersebut, warga mendapatkan obat antimalaria yang harus dikonsumsi sesuai arahan tenaga kesehatan. Proses pengobatan turut disertai pendampingan dan pemantauan untuk memastikan setiap penerima menyelesaikan siklus minum obat.
Perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, S. Nandi, mengapresiasi dukungan PT SAL dalam pelaksanaan program pencegahan malaria bagi komunitas SAD.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan kontribusi PT SAL dalam pemberian obat pencegahan malaria kepada warga SAD hingga siklus ketiga. Kami berharap kerja sama ini dapat dilanjutkan melalui kegiatan-kegiatan lainnya,” kata S. Nandi.
Menurutnya, keterlibatan perusahaan menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap program pengendalian dan pencegahan malaria yang dijalankan pemerintah daerah.
“Kami berharap kerja sama dan sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, sehingga bersama-sama dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat serta mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan terbebas dari malaria,” ujarnya.
Program tersebut tidak hanya berfokus pada pemberian obat. Warga juga memperoleh edukasi mengenai pencegahan malaria dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Selain itu, tenaga kesehatan melakukan pemantauan kondisi warga dan pendampingan konsumsi obat hingga tuntas. Peran kader kesehatan serta Temenggung juga diperkuat agar edukasi dapat menjangkau anggota komunitas secara berkelanjutan.
Manajemen PT Sari Aditya Loka, Rian Rizaldi Kurniawan, mengatakan eliminasi malaria membutuhkan keterlibatan pemerintah, tenaga kesehatan, perusahaan, tokoh komunitas, dan masyarakat.
“PT Sari Aditya Loka berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya komunitas Suku Anak Dalam,” kata Rian.
Melalui kolaborasi tersebut, lanjut dia, perusahaan berharap penularan malaria di lingkungan komunitas SAD dapat ditekan sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah binaan.
“Melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Puskesmas, pemerintah desa, dan para Temenggung, kami berharap intervensi ini mampu menekan angka penularan malaria sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah binaan perusahaan,” ujarnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) PT SAL. Program sosial perusahaan mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.
Di bidang kesehatan, PT SAL juga terlibat dalam program penanggulangan stunting, pembinaan Posyandu, pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil, serta kegiatan promotif dan preventif lainnya.
Intervensi selama tiga bulan tersebut diharapkan dapat membantu menurunkan kasus malaria di lingkungan komunitas SAD sekaligus mempercepat tercapainya target eliminasi malaria di Kabupaten Sarolangun dan Merangin.
Dengan semangat “Sinergi Bumi dan Manusia untuk Satu Indonesia”, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan mampu membangun komunitas yang lebih sehat, mandiri, dan sejahtera. (*)
Tag: